Kilas Balik Eksistensi Seto Nurdiyantoro Bersaudara dalam Sepak Bola Indonesia

109 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Kilas Balik Eksistensi Seto Nurdiyantoro Bersaudara dalam Sepak Bola Indonesia - Banyak pesepak bola yang berasal dari satu keluarga kandung dan memiliki profesi yang sama. Tentu tetap teringat di daratan Eropa begitu banyak pemain yang ternyata kakak Pasang Bola Online beradik ataupun saudara kembar.

Kilas Balik Eksistensi Seto Nurdiyantoro Bersaudara dalam Sepak Bola Indonesia

Seperti Filippo dan Simone Inzaghi, De Boer bersaudara, Neville bersaudara, Kevin-Prince Boateng dan Jarome Boateng, sampai Paul Pogba dan adiknya Florentin Pogba. Indonesia pun tak ketinggalan memiliki Ortizan dan Boaz Solossa.

Dari tanah Daerah Istimewa Yogyakarta, ternyata termasuk pernah melahirkan tiga pesepak bola didalam satu keluarga. Mereka adalah Seto Nurdiyantoro, Fajar Lisyantoro, dan Yohanes Yuniantoro.

Ketiga putra tempat Kabupaten Sleman tersebut mewarnai persepakbolaan Indonesia pada medio 2000-an. Seto Nurdiyantoro sebagai kakak tertua, lebih pernah berkecimpung di sepak bola Indonesia pada masa Ligina bersama dengan memperkuat Pelita Jaya.

Sebenarnya Seto mengawali karier bersama dengan membela tim asal kelahirannya, PSS Sleman, pada awal 1990 silam. Kemudian potensi besarnya ditebus oleh Pelita Jaya sampai membuatnya sebagai pemain besar dan sanggup menembus Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000.

Setelah menggapai puncak kariernya di Pelita Solo, Seto lantas lagi pulang ke PSS untuk lebih dari satu musim. Kemudian Seto bermain untuk dua tim tetangga, yakni PSIM Yogyakarta dan di Persiba Bantul sampai pensiun.

Tidak cuma sukses sebagai pemain, pria berusia 45 th. ini ikut menorehkan prestasi gemilang sebagai pelatih. Sebagai pelatih yang tetap muda, Seto sudah memiliki lisensi kepelatihan AFC Pro.

Puncaknya adalah sukses membawa Elang Jawa PSS Sleman menjuarai Liga 2 2018. Hebatnya lagi PSS sanggup finis di peringkat delapan klasemen akhir Shopee Liga 1 2019, dirinya termasuk hampir masuk ke jajaran tim pelatih Timnas Indonesia.

Karier Seto disusul oleh adiknya, Fajar Lisyantoro. Pria kelahiran 26 Juni 1981, termasuk mengawali karier di Bumi Sembada. Namanya bercahaya sementara memperkuat Persijatim Solo FC pada 2003.

Fajar termasuk menggunakan akhir kariernya di PSS sampai musim 2014, atau sementara tim pujaan Slemania terlihat sebagai juara Divisi utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), sementara terjadi dualisme kompetisi.

Adik Seto Nurdiyantoro yang paling bungsu adalah Yohanes Yuniantoro. Bermain di posisi bek sayap kanan, Yohanes mengawali karirnya membela PSS sementara tetap tampil di Divisi 1 pada 2000. Ia ikut membawa PSS promosi ke Divisi Utama.

Meski sudah lama pensiun, ketiga bersaudara sampai sementara ini tetap lumayan aktif bermain sepak bola bersama dengan terkecuali ada kesempatan. Seperti didalam sebuah pertandingan amal di lapangan desa Kurung, Ceper, Kabupaten Klaten (29/12/2018).

Tags: #Seto Nurdiyantoro

Leave a reply "Kilas Balik Eksistensi Seto Nurdiyantoro Bersaudara dalam Sepak Bola Indonesia"

Author: 
    author